Satoe Minggu di Yogyakarta
Satoe Minggu di Yogyakarta
Rabu malam dini hari pukul 03.00 Wib aku menginjakkan kaki di kota Yogya, malam ini begitu dingin bercampur lelah menunggu saudara untuk menjemputku, jarak dari tempat tinggal saudaraku sekitar 20 menit melakukan perjalan, sehingga aku merasa harus menunggu. maka kulankahkanlah kaki menuju warung begadang yang masih terbuka, aku diperhadapkan beberapa banyak makanan dan akupun memesan kopi panas kesukaanku.
Sembari berbincang dengan ibu penjual sesekali kulihat jalanan untuk memastikan apakah saudaraku sudah sampai untuk menjemputku, untunglah malam ini begitu sunyi yang ada hanya para sopir taksi yang sesekali menawariku untuk diantar namun aku tolak demikian pula dengan tukang ojek dan becak beberapa kali menawariku untuk diantar.
Aku masih menikmati kopi-ku
berselang beberapa menit saudaraku telah muncul dan akupun memanggilnya, karena belum habis kopiku maka aku mencoba untuk menghabiskannya yang tersisa setengah itu.
akupun buru-buru untuk menghabiskannya.
Melaju dengan sepeda motor, menuju arah kota Yogyakarta.. menelusuri jalan-jalan yang dulu masih melekat dibenat kepala namun perubahan telah berubah. sampai aku dirumah aku langsung terbaring dalam tikar dan tidak sadar lagi tertidur dalam mimpi-mimpi panjangku. sampai keesokan harinya.
Pagi hari nan indah di yogaykarta diselimuti angin segar nan sangat berbeda dengan kota besar Jakarta penuh kesumpetan dan kemacetan, copet, dan lain sebagainya. Dalam benak inilah Yogya yang penuh dengan khasanah, budaya dan dipenuhi oleh seniman-seniman.
Siang ini aku di jemput Bunda-ku yang sedang mengambil program Doctoral di sekolah pasca sarjana UGM, aku diajak untuk menemui senior yang sedang mengikuti pelatihan di yogay selama 6 hari, aku berangkat kehotelnya yang berbintang lima, setelah ketemu dan ngobrol sejam kurang lebih aku berada di lobby hotel tersebut, aku keluar dan mencari tempat untuk makan siang bersama bunda.
Selesai makan aku minta untuk diantar ke gelanggang mahasiswa UGM tepatnya di tempat anak-anak Unit Fotografi Gajag Mada, aku bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, kebetulan aja teman-teman lama masih ada tersisa di kampus dan lagi berada ditempat nagkringan anak mahasiswa, aku disambut dengan baik. Aku diajak untuk makan nasi kucing, inilah awal aku mengenal yang namanya nasi kucing, aku tidak sadar bahwa aku hanya memakan nasi kucing satoe bungkus, es the manies, gorengan 4 buah hanya membayar Rp.1.600,- begitu “MuRAH” aku kaget dan teman-teman juga pada kaget karena aku membayarnya Rp.3.600,- aku berpikir bahwa ko’ bisa makanan yang aku makan sebanyak itu hanya aku bayar segitu, padahal kalo sudah di daerah Makassar sudah tidak bisa aku dapatkan. Dari sore aku berada di kampus ugm sampe sekitar pukul 23.30 aku baru pamit sama teman-teman yang masih asyik ngobrol, karena di Yogya sesudah magrib sudah tidak ada lagi kendaraan umum dan yang ada hanya taxi dan itupun harus menawar maka aku minta pada teman yang memiliki kendaraan untuk diantar kerumah. Itulah hari pertamaku berada di yogyakarta penuh dengan cerita